Menteri Agama Inginkan Kuota Haji Indonesia Normal Kembali

Home Berita Internasional

Kamis, 17/10/2013 09:01:57 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 21

Menag Suryadharma Ali (tengah) didampingi Ketua MUI Pusat KH Ma

Makkah (SI Online) – Pengurangan kuota jamaah haji Indonesia dan negara lain sebesar 20 persen oleh pemerintah Arab Saudi karena pembangunan Masjidl Haram, ternyata menimbulkan problematika di banyak negara. Sebab umat Islam yang sudah antri ingin beribadah haji ke tanah suci terpaksa tertunda padahal jumlah antrian semakin panjang, belum lagi masalah pemondokan yang sudah dibayar meski akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik.

Kalau semula Indonesia dapat jatah sesuai dengan kuota sebanyak 211.000 jamaah, tetapi sekarang dikurangi sehingga menjadi 168.800 jamaah atau berkurang 42.200 jamaah. Karena waktu itu pembangunan Masjidil Haram tahap pertama belum selesai sehingga tempat thowaf hanya di lantai 1 sedangakan lantai 2 dan 3 tidak bisa digunakan, tetapi sekarang ternyata sudah bisa digunakan sehingga thowaf justru kelihatan lenggang.

“Sekarang thowaf semakin lancar karena lantai 2 dan 3 sudah berfungsi dengan baik. Saya kira pemerintah Arab Saudi bisa melakukan evaluasi kembali, sehingga kita berharap tahun depan kuota jamaah haji Indonesia akan kembali normal yakni 211.000 orang,” ujar Menag Suryadharma Ali di kantor Daker Makkah, Rabu (16/10).

Padahal semula diperkirakan renovasi secara besar-besaran Masjidil Haram akan selesai pada tahun 2016, sehingga kuota haji akan kembali normal pada tahun itu. Tetapi sekarang ternyata pembangunan tahap pertama dari rencana tiga tahap sudah hampir selesai dan lantai 2 dan 3 untuk thowaf sudah dapat difungsikan kembali. Apalagi masih ditambah lantai untuk thowaf khusus bagi jamaah kursi roda yang mampu menampung 10 ribu jamaah.

Dengan demikian, jika nanti sudah normal kembali, maka Masjidil Haram akan mampu menampung 3 juta jamaah sekaligus, sementara untuk tempat thowat mampu menampunng 115 ribu jamaah per jamnya.

Sebagaimana dilihat SI Online, pembangunan Masjidil Haram dikerjakan ribuan pekerja dari berbagai negara termasuk 1500 orang dari Indonesia dan dikerjakan selama 24 jam non stop. Renovasi besar-besaran masjid terbesar di dunia ini dikerjakan oleh kontraktor kelas dunia, Bin Ladin Group dari Arab Saudi. Semau material yang didatangkan dari luar negeri adalah kelas satu, sehingga nantinya Masjidil Haram akan tampak megah apalagi dilengkapi dengan Zam Zam Tower yang sangat tinggi, indah sekaligus megah.

Rep: Abdul Halim

Baca Juga

  • Hikmah dan Keutamaan Qurban Idul Adha
  • Ustadz Arifin Ilham Ingatkan untuk Berpuasa Arafah Senin Besok
  • Rencana Menteri Agama Bubarkan Ahmadiyah Ditentang Tokoh JIL
  • Kematian Jamaah Haji Menurun, Gangguan Jiwa Bertambah
  • Menag Minta OKI Naikkan Kuota Haji Indonesia

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8736

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>